PENGINTEGRASIAN PERLINTASAN SEBIDANG DENGAN ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APILL)

Authors

  • Azhar Hermawan Riyanto Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Bambang Drajat Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Uriansah Pratama Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Robert Simanjuntak Sekolah Tinggi Transportasi Darat

Keywords:

Keselamatan, Kereta Api,Perlintasan Sebidang

Abstract

Keselamatan merupakan faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan para pengguna jasa untuk memilih moda transportasi yang akan digunakan, baik di darat, laut maupun udara. Perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api. SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian) adalah bagian dari sistem manajemen penyelenggara perkeretaapian secara keseluruhan dalam rangka meningkatkan keselamatan perkeretaapian. Perlintasan sebidang merupakan perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Isu yang menonjol pada perlintasan sebidang adalah tingginya angka kecelakaan lalu-lintas antara kendaraan dengan kereta api, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga. Kenyataan dimana permasalahan pada perlintasan sebidang selalu kontroversial, dimana pada satu sisi, masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih singkat. Akan tetapi, di sisi lain, perlintasan itu juga menjadi sumber petaka, Dalam rangka mewujudkan peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang berpintu khususnya pada posisi tepat pada persimpangan jalan raya yang terintegrasi dan telah dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu lintas.

Downloads

Published

2019-02-12

How to Cite

Azhar Hermawan Riyanto, Bambang Drajat, Uriansah Pratama, & Robert Simanjuntak. (2019). PENGINTEGRASIAN PERLINTASAN SEBIDANG DENGAN ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APILL). Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, 10(2), 1-17. Retrieved from http://jurnal.ptdisttd.net/index.php/jpsttd/article/view/80